CEMBURU AKHIRNYA CEMAS BERLEBIHAN

Gagal dalam pernikahan pertama dan menikah lagi dengan seorang duda beranak dua merupakan anugrah yang tidak bisa diucapkan dengan kata-kata. Terlebih lagi hidup mereka kini semakin lengkap dengan hadirnya buah hati dari pernikahan mereka berdua. Bayang-bayang perceraian masa lalu masih belum hilang dan menyisahkan perasaan sakit yang mendalam jika harus diingat. Hanya waktu bersama suami dan anak buah hasil pernikahan mereka yang terus mengisi hari-hari bahagia dan menyembuhkan luka lama.
Seiring berjalannya waktu ujian pernikahan mulai muncul. Suami tidak seperti dahulu yang rajin mencari nafkah dan saat ini banyak menghabiskan waktu dengan tidur dan bermain games. Masalah finansial sering menjadi wacana pertikaian ketika kebutuhan anak sekolah, kebutuhan listrik, kebutuhan makan dan kebutuhan lainnya muncul. Sehingga tak jarang si istri harus memutar otak bagaimana agar kehidupan rumah tangganya tetap bertahan dan berjalan.
Membuka warung sayur adalah pilihannya karena bisa dilakukan sambil menjaga anak di rumah. Selain itu suami juga bisa membantu untuk belanja atau menjaga warung dikala dirinya harus mengerjakan pekeraan rumah lainnya. Tak jarang si istri harus bangun pagi-pagi sekali untuk belanja ke pasar sendiri dan membuka usahanya sebelum banyak orang bangun. Namun si suami tetap dengan kemalasannya dan jarang membantu. Hal ini menimbulkan rasa kecewa dan marah pada dirinya. Sering terucap dalam hati, untuk apa pernikahan ini dijalankan jika ia yang harus bekerja dan mencari nafkah sementara suaminya hanya di rumah saja.
Suatu saat ia pernah mendapati suaminya sedang melayani tetangganya yang seorang janda. Ia melihat senyuman suami yang berbeda ketika melayani si janda tersebut. Hal ini menimbulkan kecemburuan yang dalam hingga membuat dadanya sakit. Sedih rasanya mendapati perilaku suaminya seperti itu meskipun hanya berupa senyuman kepada pelanggannya. Setiap kali tetangganya itu belanja di warungnya maka timbul perasaan was-was dan cemas jika suaminya yang melayani. Keadaan ini sering memunculkan pertikaian diantara mereka berdua. Rasa curiga dan kesal yang tidak tertahan seringkali menjadi pemicunya. Tanpa disadari perasaan cemas berlebihan (anxiety) mulai menjangkit ke dalam dirinya.
Kondisi si istri makin hari makin memburuk. Sulit tidur, sering marah-marah dan mudah bersedih. Kegagalan rumah tangganya di masa lalu makin menambah dukanya saat ini. Penderitaan di masa lalu yang belum hilang seakan-akan makin menambah penderitaannya saat ini dengan suaminya. Ia membutuhkan solusi dan tak tahu harus kemana. Hingga suatu saat temannya memberikan saran untuk Hipnoterapi.
Singkat cerita di ruang terapi ia menumpahkan semua yang selama ini ia pendam. Luka batin dimasa lalu akibat kegagalan pernikahannya sungguh membuat perasaannya selalu cemas dan takut kehilangan. Hal ini yang selalu memicu pertikaian dengan suaminya. Bahkan untuk hal yang tak logis sekalipun bisa memicu teror kepada suami hingga menuntut agar si suami mau mengakui atau menyadari kesalahan yang diperbuat. Meskipun kenyataannya tidak seperti apa yang dirasa atau dibayangkan si istri. Ia sadar perilakunya di luar kontrol namun ia tidak bisa melepaskannya.
Selepas Hipnoterapi ada rasa yang ia bisa lepaskan dan damaikan. Perasaan yang selama ini membuatnya cemas dan takut saat ini seperti hilang. Dihadapan suami si istri meminta maaf dan menyadari kesalahannya. Si suami-pun menerima dengan penuh rasa sayang dan senang kepada istrinya.
Adam Hidayat
Informasi Hipnoterapi silahkan hubungi 0812-86855700
www.rumahhipnoterapiadamhidayat.com

Leave a Reply